Monday, 17 August 2015

Penampakan Lini Tengah City yang Hancurkan Chelsea – Kiper Bola – Calibet – Agen Bola Terpercaya


Kiper BolaCalibetAgen Bola Terpercaya - Gagal menang di dua laga awal bukan hal yang baik buat juara bertahan Liga Inggris, Chelsea. Setelah ditahan imbang Swansea 2-2 di pekan pertama, The Blues harus mengakui keunggulan Manchester City tiga gol tanpa balas di Etihad. Hal ini menunjukan masih banyak kekurangan yang harus dibenahi Mourinho jika mereka masih menginginkan gelar juara musim ini.

Tidak banyak perubahan taktik yang dilakukan Mourinho dari kedua laga pertama musim ini. Jika melawan Swansea saja gagal menang, sudah pasti kesulitan lebih akan didapat ketika menghadapi kesebelasan yang lebih kuat, The Citizens. Ditambah pada laga semalam, Chelsea tidak dapat diperkuat dua penggawa utamanya. Sang penjaga gawang Thibaut Courtois masih terkena hukuman kartu merah di laga sebelumnya, sedangkan Oscar mengalami cedera saat latihan.


Buruknya Lini Pertahanan Chelsea Menghadapi Serangan City

City bermain dominan sejak awal laga, bahkan tuan rumah sudah menciptakan peluang berbahaya sejak menit pertama. Umpan terobosan David Silva mampu menembus pertahanan Chelsea, beruntung Sergio Aguero yang tinggal berhadapan dengan Begovic gagal menyelesaikan peluang tersebut.

Peluang Aguero tersebut sebenarnya menunjukan kelemahan lini pertahanan Chelsea. Cara bertahan  Mourinho cenderung kaku menghadapi tim dengan lini tengah yang terus bergerak dalam melakukan permutasi posisi dan peran. Duel skema tersebut  kemudian yang terus menerus berulang hingga pertandingan berakhir.

Kelemahan yang fatal akibatnya karena mendatangkan efek berantai bagi keseluruhan permainan Chelsea. Duet jangkar dari The Blues, Nemanja Matic dan Cesc Fabregas, tak mampu menahan lini tengah City. Hal ini karena keduanya selalu menghadapi situasi yang sulit saat lini tengah The Citizens terus bergerak dinamis mengikuti alur bola.

Terutama Silva, Sterling, dan Yaya Toure tidak mempunyai posisi tetap saat menyerang, ketiganya terus bertukar posisi sesuai dengan situasi di lapangan. Sehingga seolah terjadi duel yang tidak seimbang dari segi jumlah pemain meski keduanya sama-sama menggunakan formasi dasar 4-2-3-1. Ditambah Aguero yang tidak selalu berada di kotak penalti, dan kerap bergerak ke samping atau ke bawah, ini membuat bek Chelsea kesulitan mengawalnya.

Misalkan saat menghadapi serangan balik, sudah menjadi tugas bagi Matic atau Fabregas untuk memutus serangan sedini mungkin di tengah. Namun lagi-lagi tugas tadi tak mudah dilakukan karena soal kecepatan City dihuni banyak pemain yang ahli dalam menggiring bola dengan kencang.

Masalah lain terjadi di sektor empat bek Chelsea yang juga mempunyai situasi sulit. Jika memutuskan untuk menjaga garis pertahanan tinggi maka akan sulit mengejar Aguero persis seperti yang terjadi pada peluang Aguero di awal pertandingan. Sedangkan jika memilih garis pertahanan rendah maka para eksekutor tembakan jarak jauh City sudah siap mengintai. Sebagai gambaran, dari 18 tembakan yang dilakukan Toure dkk., hampir setengahnya dilakukan di luar kotak penalti.

Grafis Tendangan

Mourinho sebenarnya sudah melakukan antisipasi guna menghadapi situasi sulit itu dengan menarik keluar John Terry dan memasukan Kurt Zouma saat turun minum. Sekadar informasi, ditariknya Terry oleh Mourinho semalam adalah baru kali pertama terjadi di Liga Inggris.

Setelah pertandingan The Special One juga mengakui pergantian tersebut adalah soal taktik. Menurutnya, Zouma adalah bek tercepat yang dimiliki Chelsea saat ini dan hal tersebut cocok untuk menghadapi serangan City yang ia prediksi akan mengandalkan serangan balik di babak kedua.

Faktor Absennya Oscar di Serangan Chelsea

Harus diakui bahwa kekalahan telak Chelsea salah satunya juga diakibatkan absennya Oscar. Meski di daftar skuat yang dipilih Mourinho ada nama lain yang berposisi sama, namun tipikal permainnya sangat berbeda. Ia memilih menempatkan Willian untuk berdiri di belakang Diego Costa, posisi yang biasa ditempati oleh Oscar. Serta menempatkan Ramires di sektor kanan yang sepertinya bertujuan untuk menahan laju Kolarov dan Sterling.

Willian juga bukan kali pertama sebenarnya menempati posisi tersebut, ia bahkan juga bisa ditempatkan sebagai penyerang jika dibutuhkan. Juga masih ada nama Cuadrado di daftar cadangan yang kemudian baru dimasukan Mourinho pada menit ke-64. Hanya saja kedua nama tadi lebih cocok digunakan sebagai pemain yang bertugas berlari, baik untuk mencari ruang atau membawa bola saat serangan balik.

Pada situasi saat Oscar bermain, Fabregas biasanya punya banyak opsi untuk mengalirkan bola. Karena sebagai jendral lini tengah ia tak hanya butuh memberi umpan tetapi juga menerima umpan dengan situasi senyaman mungkin. Willian tidak mempunyai kemampuan yang dimiliki oleh Oscar tersebut.

Seolah di isi kepala Willian hanya ada membawa bola ke depan dan berakhir dengan tendangan ke gawang. Padahal menghadapi pertahanan kuat seperti City dengan dua jangkar yang piawai memenangi duel terkadang butuh opsi sebanyak mungkin untuk menembusnya. Jika perlu melakukan delay bola menggunakan umpan-umpan pendek di tengah sembari pemain depan mencari ruang.

Kembalinya Keperkasaan Duet Yaya Toure - Fernandinho

Jika menyebut City adalah sebuah kendaraan, maka Toure dan Fernandinho adalah mesinnya. Keduanya berdiri sebagai poros ganda dan menjadi kunci permainan The Citizens. Tak hanya sukses dalam menyerang namun keduanya juga punya peran paling sentral saat bertahan. Itulah kenapa Toure dan Fernandinho layak disebut sebagai mesin utama dalam taktik Pellegrini.

Kuncinya ada pada pembagian peran yang diemban oleh kedua pemain tersebut. Yaya Toure sebagai penyuplai bola ke lini depan sekaligus pencetak gol jika dibutuhkan. Sebagai pengingat, saat menjadi juara pada musim 2013-2014 lalu, Toure adalah pencetak gol terbanyak di tim City mengalahkan para strikernya.

Pada laga melawan Chelsea semalam ia juga cukup baik dalam memberi bantuan pada Silva dan Sterling sehingga tercipta pola segitiga yang membuat Matic maupun Fabregas kewalahan. Sedangkan Fernandinho lebih fokus pada sisi pertahanan dengan memberi perlindungan pada bek di belakangnya. Pemain asal Brasil tersebut juga mampu mengisi kekosongan lini belakang saat Kolarov harus naik membantu serangan.

Duel-duel baik udara maupun tekelnya juga membuat serangan Chelsea kerap terputus di tengah. Beruntung pada laga semalam ia tak mendapat kartu kuning kedua saat menyikut Diego Costa hingga berdarah. Karena mengingat pentingnya peran Fernandinho dalam menjaga gawang City tetap tak kebobolan hingga peluit akhir pertandingan.

Grafis Aksi Toure

Kesimpulan

Mourinho punya pekerjaan yang banyak jika melihat performa Chelsea dalam dua laga awal. Ia harus mempunyai pakem yang jitu untuk menghadapi kesebelasan yang mahir melakukan permutasi posisi pemain di lini tengah seperti City. Apalagi ditambah dengan buruknya lini belakang The Blues musim ini. Kebobolan 5 gol dalam 2 pertandingan sangat kontras dengan musim lalu saat meraih juara. Kala itu mereka mendapat predikat sebagai pertahanan terbaik Liga Primer Inggris.

Begitu juga mengenai variasi taktik dalam menyerang. Chelsea tidak bisa terus menerus bergantung pada poros duet Oscar dan Hazard di sepertiga akhir. Terbukti saat salah satu di antaranya absen, Diego Costa yang menjadi ujung tombak kesulitan mendapatkan suplai bola matang yang siap dieksekusi.

Sedangkan dari kubu tuan rumah, hasil ini menjadi modal bagus untuk mengarungi musim baru dengan target merebut kembali gelar juara Liga Primer Inggris. Pellegrini yang sempat diragukan musim lalu mampu membuktikan dirinya belum habis. Kedatangan bintang baru Raheem Sterling juga dapat menjadi pemicu yang positif bagi City. Meski belum menyumbangkan gol namun pergerakan pemain termahal Inggris ini membuat lini depan The Citizens menjadi lebih dinamis.

Kiper Bola “Raih Semua Kesempatan” merupakan Agen Bola Online terpercaya berlisensi resmi  First Cagayan Resort dan Leisure, di pemerintah Filipina. Kemenangan besar menanti Anda. Kami sediakan Sportbook, Tangkas & Poker, Kasino Online, dan Togel. Gabung bersama kami di http://kiperbola.com

No comments:

Post a Comment